Home Terkini Sukseskan Pendataan BKKBN Tahun 2021
Sukseskan Pendataan BKKBN Tahun 2021

Sukseskan Pendataan BKKBN Tahun 2021

153
0

Metro Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengikuti proses pendataan keluarga tahun 2021, yang diselenggarakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Pendataan keluarga yang dimaksudkan untuk memotret kondisi keluarga Indonesia saat ini, dilaksanakan serentak se-Indonesia pada 1 April-31 Mei 2021.

Proses pendataan keluarga yang dilakukan dengan metode wawancara diikuti Wali dan Wakil kediamannya masing-masing, Kamis (01/04).

Wali Kota menerangkan ada tiga indikator dalam pertanyaan pada pendataan keluarga, yaitu indikator kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.

“Hal tersebut guna mendapatkan basis keluarga yang akurat,” ungkapnya.

Lebih lanjut diutarakannya, pendataan dilakukan untuk validasi, sebagai dasar bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

“Data yang dihimpun oleh BKKBN nantinya juga akan menjadi data awal bagi Pemerintah Kota Depok untuk mewujudkan visinya Depok yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” kata Idris.

Untuk itu, Wali Kota Depok meminta masyarakat agar dapat memberikan data yang benar selama proses pendataan berlangsung dan pastikan keluarga kita terdata.

“Mari kita sambut petugas pendataan dengan baik, dan pastinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Berikan data yang benar, akurat, valid, dan jelas,” tuturnya.

Senada, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh warga Kota Depok untuk menyukseskan pendataan keluarga. Karena pendataan keluarga akan menghasilkan data mikro keluarga secara by name by address sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan.

“Ayo sukseskan pendataan keluarga yang dilakukan pemerintah melalui BKKBN setiap lima tahun sekali,” ajak Imam.

Pendataan Keluarga 2021 yang dilakukan BKKBN dilaksanakan pada 1 April – 31 Mei. Pendataan dilakukan untuk basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

“Pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat. Pendataan Keluarga tahun 2021 menghasilkan data mikro keluarga secara _by name by address_ sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Kamis (01/04).

Hasto menjelaskan, Pendataan Keluarga tahun 2021 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan program pembangunan lainnya.

Pendataan keluarga dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, dan pendataan tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker, serta menjaga jarak aman.

Adapun BKKBN melakukan pendataan keluarga sebagai amanat UU 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Peraturan Pemerintah No 87 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

“Keluarga adalah bagian fundamental dalam masyarakat, agama, dan negara. Negara menjamin dan melindungi setiap warganya untuk mendapatkan haknya, dan pendataan keluarga ini dilakukan dalam usaha melindungi dan memenuhi hak tiap warga negara, termasuk keluarga,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.

Hasto menegaskan, Pendataan Keluarga tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Pendataan Keluarga tahun 2021, lanjut dia, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun.

“Semua potensi dan tantangan keluarga merupakan potensi dan tantangan bagi bangsa. Maka kita lakukan pendataan untuk mengukur kualitas kemandirian dan kebahagiaan keluarga di Indonesia,” ungkap mantan Bupati Kulon Progo tersebut.

Pendataan Keluarga Tahun 2021 dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia kepada seluruh keluarga Indonesia yang berjumlah kurang lebih 77,9 juta kepala keluarga.

Petugas Pendataan Keluarga tahun 2021 terdiri dari pemerintah dan masyarakat, yakni Petugas Lini Lapangan KB dari BKKBN dan Kader Keluarga Berencana, yang secara nasional terdiri dari: 7.230 Manajer Pengelolaan PK Tk Kecamatan, 7.230 Manajer Data,83.441 Supervisor Tk Desa, dan 1,2 juta petugas kader pendata.

153