Home Hot News Tiga ABG Depok Dijual, Dewan Minta Disikapi Serius
Tiga ABG Depok Dijual, Dewan Minta Disikapi Serius

Tiga ABG Depok Dijual, Dewan Minta Disikapi Serius

180
0

Metro Depok – Beberapa waktu yang lalu, Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, berhasil membongkar praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City. Mirisnya, wanita yang diperdagangkan tersebut masih di bawah umur yang berasal dari Kota Depok.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS T. Farida Rachmayanti mengaku sedih dan prihatin. Karenanya kompleksitas permasalahan anak harus disikapi lebih serius.

“Permasalahannya bukan sekadar kejahatan, melainkan yang harus diwaspadai adalah semakin pudarnya nilai-nilai kehidupan. Karena itu tidak bisa dipungkiri lagi bahwa betapa urgentnya mengokohkan fungsi keluarga, agama, kasih sayang, sosial, ekonomi, perlindungan dan lain sebagainya,” tuturnya, kemarin.

Farida mengatakan saat ini Kota Depok telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Peningkatan Ketahanan Keluarga. Kedepannya diharapkan bisa lebih antisipatif walau bukan berarti tidak ada atau nol masalah.

“Namun kita sudah starting membangun sistemnya, memposisikan kebijakannya dan mengkonsolidasikan berbagai pihak bahwa betapa pentingnya pembangunan ketahanan keluarga,” katanya.

Pemerintah memiliki tanggung jawab membantu keluarga untuk menjalankan fungsinya. Saat ini sudah ada program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang sifatnya prefektif dan edukatif. Selain itu membuka konsultasi gratis dan kelompok diskusi tematis secara reguler.

Kasus-kasus seperti yang terjadi di Apartemen Kalibata City secara umum biasanya terjadi pada anak-anak yang tumbuh dalam keluarga disharmoni atau keluarga rentan.

“Jika ada kasus seperti itu maka pertanyaan pertama dimana keluarganya dan bagaimana orang tuanya. Karena tugas orang tua pertama yang paling esensi sebelum apapun adalah mengenalkan anak kepada penciptanya,” paparnya.

Ini, lanjut Farida, satu-satunya cara yang efektif untuk membangun ilmu kebaikan kepada anak. Ketika anak tidak paham tentang nilai-nilai agama dan tidak dijalankan dalam kesehariannya maka anak akan menjadi pribadi yang rentan.

“Tugas kedua orang tua adalah kasih sayang. Karena anak-anak saat ini butuh asupan kasih sayang ekstra besar karena diluar mereka menghadapi tantangan yang luar biasa. Kasih sayang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat, percaya diri dan memiliki prinsip,” ungkapnya.

Sebaliknya, tambah Farida, sikap tidak bersahabat membuat anak-anak merasa tidak berarti dan terkadang akhirnya mencari pelarian. Selanjutnya, peran pendidikan juga penting tentunya kurikulum agama harus lebih kuat bicara nilai-nilai dan aqidah.

“Pendidikan berkarakter basisnya agama. Negara kita adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Secara filosofis bangsa dan masyarakatnya akan berkualitas jika menerapkan agama secara benar sesuai keyakinannya. Pendidikan bukan bicara kecerdasan intelektual melainkan juga harus mendorong kecerdasan spiritual,” tandasnya.

Sebatas informasi, Aparat Kepolisian dari Polsek Pancoran, Jakarta Selatan berhasil mengungkap praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City. Polisi berhasil mengamankan dua mucikari, yakni Muh Nico Richardo dan MS alias Ipin.

Bukan hanya membekuk dua mucikari, polisi pun berhasil mengamankan tiga remaja yang masih dibawah umur yakni NI,IF dan ASW. Ketiga remaja ini berasal dari Kota Depok. Penangkapan ini berawal dari kecurigaan salah satu kekasih korban yang tidak pulang usai dari Apartemen Kalibata City.

Kanit Reskrim Pancoran Iptu Anton Prihartono menuturkan kalau dari keterangan salah satu kekasih korban yakni IF, yang diketahui wanita berumur 16 tahun tersebut sudah lima hari tidak memberikan kabar. Menurut informasi yang beredar, IF ada di salah satu kamar di Tower Sakura bersama seorang bernama Ipin.

“Baru belakangan Ipin diketahui adalah seorang mucikari, ketika salah satu teman dari korban melihat Facebook Ipin. Dari informasi tersebut, Unit Reskrim Pancoran melakukan penyelidikan. Penyidik menduga IF akan dijadikan pekerja seks komersial,” tuturnya, Jumat (06/07).

Polisi pun melalui aplikasi mesengger Facebook menghubungi Ipin seolah hendak melakukan booking PSK. Baru dari situ pihaknya memperoleh informasi kalau salah satu kamar di Tower Lotus menyediakan PSK di bawah umur.

Pihak Reskrim Pancoran pun langsung meluncur ke lokasi. Alhasil di lokasi ditemukan ada empat wanita serta enam laki-laki di dalam satu apartemen tersebut. Tapi Ipin tidak ada di lokasi lantaran tengah bersama IF di tower lainnya.

“Hasil Interogasi bahwa orang yang bernama Ipin sudah pindah 3 jam yang lalu ke Tower lain bersama IF. Selanjutnya menangkap Muh Nico Richardo, dan MS alias Ipin,” ungkap dia.

Anton mengatakan, hasil interogasi, pelaku mengakui menjual IK. Selain itu ada juga dua gadis di bawa umur lainnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku digelandang ke Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka terancam dijerat pasal berlapis.

“Pasal 76i Jo pasal 88 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak dan pasal 2 Undang-Undang RI No 21 th.2007 tentang pemberantasan perdagangan orang dan atau pasal 297 KUHP,” tutup dia. (WS/MD/JPG)

180