Home Hot News Tukang Ukur Megapolitan Diusir
Tukang Ukur Megapolitan Diusir

Tukang Ukur Megapolitan Diusir

117
0

Metro Depok – Husen selaku ahli waris H. Naman bim Sapri pemilik lahan dengan luas sekitar 1000 meter persegi di Jalan Masjid Daruttaqwa RW06 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, mengusir belasan karyawan PT Megapolitan Developmen yang hendak melakukan pengukuran lahan tersebut, Kamis (02/08).

“Apa-apaan ini? Main ukur seenaknya. Ini lahan milik orangtua saya. Jangan seenaknya mengukur. Yang memiliki hak melakukan pengukuran adalah petugas BPN, itu pun tentunya atas izin dari kami selaku pemilik. Kalau bukan dari BPN, silakan meninggalkan lokasi,” ujar Husen kepada para karyawan Megapolitan.

Pihaknya dengan tegas menolak kegiatan pengukuran yang dilakukan secara sepihak oleh PT Megapolitan. Pasalnya, tanah tersebut tidak pernah diperjualbelikan oleh orangtuanya ke Megapolitan.

“Kepemilikan lahan milik keluarga kami ini jelas dan kami rutin membayar pajak setiap tahun,” tegasnya.

Husen menceritakan bahwa upaya klaim yang dilakukan oleh PT Megapolitan sebelumnya juga sudah dilakukan, dengan cara memasang plang bertuliskan “Tanah milik PT Megapolitan Dev. Tbk “,

“Ini adalah upaya pencaplokan. Begitu mendapatkan informasi adanya plang, langsung saya cabut. Saya akan berupaya mempertahankan hak. Tidak bisa seenaknya Megapolitan pasang plang dan ukur,” tuturnya.

Sementara, salah satu karyawan PT Megapolitan Herdi Prasetyo mengutarakan bahwa dirinya bersama tim hanya menjalankan tugas dari pimpinan untuk mengamankan aset perusahaan.

“Kami diperintah untuk mengukur karena tanah ini masuk HGB 4 yang tidak terkena tol. Luas lahannya 1132 meter persegi. Diukur agar bisa diketahui secara jelas batas-batasnya,” tuturnya.

Herdi mengaku tidak mengetahui secara detil perihal sengketa lahan tersebut, terkait alas hak lahan. Dirinya mempersilakan apabila ada yang ingin melakukan konfirmasi terkait pengukuran untuk menghubungi perusahaan.

Karena mendapat pengadangan, Herdi bersama tim akhirnya meninggalkan lokasi yang berada persis di pinggir proyek Tol Depok-Antasari (Desari) tersebut. Dirinya juga akan menyampaikan ke pimpinan bahwa  timnya tidak dapat melakukan pengukuran. (Her/MD/JPG)

117