Home Pendidikan Wali Kota Depok Pantau UNBK dan USBN
Wali Kota Depok Pantau UNBK dan USBN

Wali Kota Depok Pantau UNBK dan USBN

35
0

Metro Depok – Meski sempat terjadi gangguan jaringan internet (lemot) dari pusat, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP dan MTs serta Ujian Standar Berbasis Nasional (USBN) tingkat SD se-Kota Depok berjalan lancar, Senin (23/04).

UNBK yang dilaksanakan 23-26 April 2018 diikuti 27.285 siswa SMP dan MTs, sedangkan Ujian Standar Berbasis Nasional (USBN) SD 23-25 April 2018 diikuti 32.285.

Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau langsung pelaksanaan UNBK dan USBN di dua sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Bojongsari, yakni di SMPN 18, Kelurahan Serua dan SDN Curug 01, Kelurahan Curug.

Wali Kota kepada Metro Depok terkait pelaksanaan UNBK mengakui, sempat terjadi kendala jaringan internet dari pusat agak lambat sekitar pukul 09.00, namun secara menyeluruh pelaksanaan UNBK berjalan lancar.

“Pantauan dilaksanakan di SMPN 18, meski sempat ada kendala jaringan dari pusat tapi semuanya berjalan lancar,” ujar Idris, usai memantau UNBK, Senin (23/04).

Ketika ditanya target UN, Idris menyatakan dilihat realitas disamping hal normatif, karena jika melihat normatif idealis tanpa realitas orang yang menargetkan seperti di awang-awang.

“Jadi, kita sandingkan idealis nilai rata-rata yang ideal di lapangan. Jika rata-rata UN sebelumnya sekitar 6,8, kemudian ditargetkan meningkat menjadi 7 hal itu sangat wajar,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin, Kabid Sarpras Sariyo Sabani, Kabid Pendas Mulyadi, dan Kepala SMPN 18 Iskandar Saleeh.

Sementara itu, dalam kunjungan ke SDN Curug 01, Wali Kota tidak hanya memantau USBN, juga meninjau rencana pembangunan gedung SDN tersebut yang kondisi bangunan kelasnya mengalami kerusakan.

“Untuk bangunan ruang kelas SDN Curug 01 sudah dibuat kajian, kemudian diajukan ke Dinas Rumkim (Perumakan dan Permukiman) dan sudah dibuat DED (Detail Engineering Design) untuk ditaksir dulu anggaran secara keseluruhan,” paparnya.

Mengenai pembangunan, sambung Idris, nantinya ada potensi bangunan yang ada sekarang dimundurkan ke belakang. Bagian depan sekolah rencananya akan dipergunakan untuk lahan terbuka hijau yang bisa digunakan untuk aktivitas.

Terpisah, pelaksanaan UNBK di SMPN 5 yang berlokasi di Jalan Mandar No.30, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, juga sempat mengalami kendala teknis karena server dari pusat sempat down. Hal ini menyebabkan peserta tidak bisa masuk ke server untuk mengakses soal ujian.

“Permasalahan server ini bukan hanya terjadi di dalam satu ruangan, tapi juga di tiga ruangan ujian yang tersedia. Ujian yang seharusnya dimulai pada pukul 07:30 baru bisa dimulai, tetapi baru bisa dimulai jam.09:00,” ungkap Dadang Hairudin selaku Humas SMPN 5.

Dadang mengatakan jumlah siswa yang mengikuti UNBK di SMPN 5 sebanyak 372 siswa dengan menggunakan 3 ruangan ujian dan terbagi dalam 3 sesi.

“Permasalahan tersebut bukan hanya terjadi di SMPN 5. Berdasarkan informasi masalah server juga terjadi di sekolah lain. Kami meminta kepada siswa untuk tetap tenang dan menunggu di dalam ruangan,” jelasnya.

Gangguan server ini berdampak pada pelaksanaan sesi 2 dan sesi 3 yang harus mundur. [ihak sekolah juga mengantisipasi adanya listrik padam dengan menyiapkan genset. “Sebelum ujian berlangsung, pihak sekolah juga selalu melakukan brefing kepada siswa agar mengerjakan soal secara teliti, tidak tergesa-gesa. Kalau terjadi masalah teknis lagi, siswa jangan panik karena kita sudah ada proctor di setiap ruangan ujian, dan juga teknisi,” tandasnya.

Salah satu siswi SMPN 5 Shifa Thalita mengakui adanya kendala di hari pertama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berupa gangguan jaringan sekitar 1,5 jam. “Sebenarnya pukul 07.30 WIB sudah bisa akses token, tapi langsung off. Tadi on, off, on, off gitu,” kata Shifa Thalita didampingi kedua rekannya Syifa Kintan dan Sariyah. (Dib/MD/JPG)

35