Home Dibaleka Wali Kota Minta Pengelola Mal Patuhi Pakta Integritas
Wali Kota Minta Pengelola Mal Patuhi Pakta Integritas

Wali Kota Minta Pengelola Mal Patuhi Pakta Integritas

284
0

METRO DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meminta pengelola mal untuk berkomitmen dengan pakta integritas yang sudah dibuat berkaitan dengan rencana pembukaan pusat perbelanjaan modern, Selasa (16/06).

“Adapun sejumlah pakta integritas yang harus ditaati, diantaranya untuk menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan, kapasitas hanya 50 persen, dan menyiapkan mitigasi bencana,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Lebih lanjut diutarakannya, adapun beberapa aktivitas di mal yang belum diperkenankan untuk dibuka yakni klinik dokter gigi, tempat bermain dan kegiatan anak, bioskop, karaoke, salon, spa, barber shop/cukur rambut, panti pijat/refleksi dan fitnes center (pusat kebugaran).

“Kepada pengunjung, kami meminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra dengan kewajiban menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” ujar Idris yang juga selaku Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok.

Hal tersebut, katanya lagi, sangat perlu dilakukan, karena penularan Covid-19 bisa terjadi terhadap siapa saja dan dimana saja.

“Jaga diri dan keluarga kita dari penularan Covid-19, dengan memilih kegiatan secara bijak untuk diri kita dan keluarga kita. Jika mendesak maka perlu kita lakukan dengan protokol kesehatan dan bila tidak mendesak lebih baik kita menundanya hingga kondisi memungkinkan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembukaan mal di Kota Depok nampaknya dapat dilaksanakan sesuai rencana, yaitu pada tanggal 16 Juni 2020 dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Keputusan tersebut dihasilkan melalui kesepakatan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin oleh Wali Kota Depok serta dihadiri Ketua DPRD Kota Depok, Kapolres Metro Depok, Dandim Depok, Ketua Pengadilan Kota Depok dan Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Minggu (14/06).

“Kepada pengelola mal diwajibkan membuat fakta integritas dan jika melanggar atau terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan protokol kesehatan maka siap untuk dilakukan penutupan kembali,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam rilis yang diterima Harian Sederhana.

Hal ini juga menindaklanjuti Peraturan Walikota Depok Nomor 37 Tahun 2020 tentang PSBB Secara Proporsional dan Keputusan Walikota Depok Nomor 236 Tahun 2020 tentang Pemberlakuan PSBB Proporsional yang dilaksanakan dari tanggal 5 Juni 2020 sampai dengan 2 Juli 2020.

Selain pembukaan mal pada 16 Juni 2029, dalam rapat Forkopimda Kota Depok juga disepakati hal-hal sebagai berikut, yakni setelah aktivitas rumah ibadah dibuka pada tanggal 5 Juni 2020, selanjutnya untuk kegiatan keagamaan di luar yang bersifat wajib, maka pada tanggal 23 Juni 2020 dipertimbangkan untuk dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta atau jemaah maksimal 10 orang.

“Ini dengan catatan setelah memperhatikan hasil evaluasi PSBB Proporsional pada 1 kali periode masa inkubasi (14 hari), yaitu pada tanggal 18 Juni 2020,” katanya.

Untuk aktivitas layanan transportasi AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) dan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dari Luar Jabodetabek di Terminal Jatijajar dan layanan ojek online mengangkut penumpang, belum diperkenankan selama masa PSBB Proporsional.

Kota Depok, katanya lagi, masih dalam masa PSBB Proporsional, penambahan kasus masih terjadi. Untuk itu, pihaknya menyerukan kepada semua pihak untuk berkomitmen dengan protokol kesehatan kepada masing-masing pribadi harus menggunakan masker, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan, dan membudayakan kembali pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Ancaman penularan Covid-19 bisa terjadi dimana saja dan terhadap siapa saja, untuk itu memproteksi diri kita dengan protokol kesehatan adalah sebuah kebutuhan,” pungkasnya. (Indra)

284