Home Dibaleka Warga Depok Diajak Gotong Royong Perangi Covid-19
Warga Depok Diajak Gotong Royong Perangi Covid-19

Warga Depok Diajak Gotong Royong Perangi Covid-19

3.58K
0

METRO DEPOK – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kota Depok untuk gotong royong melawan penyebaran Covid-19. Ia pun menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Depok dalam kegiatan kunjungan kerjanya di minggu ketiga berkantor di Kota Depok.

Berdasarkan dari data yang diterima pria yang akrab disapa RK ini dari gugus tugas menyatakan hingga 11 Oktober 2020, Kota Depok berada di status zona oranye.

Ini mengartikan bahwa kota yang berada di bibir Jakarta itu telah keluar dari zona merah atau zona dengan tingkat risiko sangat tinggi.

“Kabar baik, hari ini Kota Depok sudah tidak lagi berada di zona merah atau status risikonya berwarna oranye. Mudah-mudahan ke depannya, tidak terpeleset lagi ke zona merah,”tutur RK, Selasa (13/10).

Dengan perubahan zona ini, RK berharap peran serta warga dan juga para pemangku kepentingan untuk bahu membahu melawan penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan Jawa Barat khususnya Kota Depok dapat terbebas dari pandemi Covid-19 atau berada di zona hijau.

Untuk itu, RK mengingatkan pentingnya peran masyarakat untuk saling mengingatkan terkait penerapan protokol kesehatan, utamanya di lingkungan masing-masing. Sebab, untuk di Depok, RK menyoroti tingginya kategori klaster keluarga dalam penularan Covid-19.

Itu pula yang kemudian menjadi fokus Emil agar warga yang terindikasi positif Covid-19 tanpa gejala di Kota Depok untuk diisolasi di rumah sakit atau fasilitas negara lainnya yang telah ditetapkan.

“Dengan cara begini kasus klaster keluarga bisa ditekan atau dikurangi,” imbuhnya.

RK menjelaskan, mengenai kebijakan perekonomian yang diterapkan bisa berubah-ubah. Tergantung situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

“Keputusan kami berdasarkan data, apalagi kondisi penyebaran Covid-19 juga masih fluktuatif. Karena itu, kebijakan mengenai peningkatan ekonomi juga harus selaras dengan aspek kesehatan,” ujar RK.

Dalam memutus mata rantai penyebarannya serta untuk menyelamatkan Indonesia khususnya di Kota Depok dari Covid-19, RK berharap peran serta tokoh masyarakat dapat menjadi penyambung lidah pemerintah dengan warga.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini mengatakan, penanganan Covid-19 tidak bisa bila hanya mengandalkan pemerintah saja. Masyarakat juga dikatakan RK menjadi kunci Indonesia bisa keluar dari pandemi virus yang sudah hampir delapan bulan lebih ini menghantui tanah air.

Agar sosialisasi perihal Covid-19 berjalan maksimal, RK mengajak seluruh elemen berpartisipasi termasuk tokoh agama dan masyarakat.

“Dimohon kepada tokoh masyarakat dan agama, agar setiap pagi, siang, sore dan malam berkenan mengirim pesan kepada umatnya untuk menaati protokol,” kata RK

Nantinya, para tokoh agama dan masyarakat diharapkan dapat mengawasi lingkungan setempat. Bila dalam pengawasan didapati warga yang reaktif namun tanpa gejala, bisa segera mengajak warga tersebut untuk melakukan isolasi di rumah sakit.

“Hal ini dilakukan agar tidak memunculan klaster keluarga. Kepada tokoh masyarakat dan agama, bisa turun mengajak mereka secara persuasif untuk mau diisolasi di rumah sakit,” tutur RK.

RK mengatakan, agar lebih terstruktur, dirinya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengkoordinir kelompok tokoh masyarakat dan agama ini.

Setelah didata, nantinya RK akan mengukuhkan mereka beserta tugasnya melalui Surat Keputusan (SK).

“Agar pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat secara daring menjadi agenda mingguan,” katanya.

Tujuan dari pertrmuan srcara virtual itu, kata RK, tak lain untuk membahas mengenai perkembangan Covid-19 di Kota Depok.

“Dengan demikian, nanti ada bahan atau materi yang bisa disampaikan tokoh masyarakat dan agama, baik melalui pesan singkat atau khotbah,” tandasnya. (Indra)

3577